Sponsors

Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, mengaku sulit memahami penyebab dirinya terjatuh pada MotoGP Amerka 2019.

Marquez Bingung Terjatuh di MotoGP Amerika


Saat memimpin balapan di Circuit of the Americas (COTA), Senin (15/4/2019) dini hari WIB, Marquez jatuh dan gagal melanjutan lomba. (Lihat Video Full Race MotoGP Amerika).

Saat melesat di posisi terdepan, semula Marquez diprediksi memperpanjang rekor setelah meraih pole position pada kualifikasi sehari sebelumnya.

Sebelum jatuh, Marquez memimpin balapan dengan keunggulan sekitar 3,8 detik atas Valentino Rossi di posisi kedua.

Marquez terjatuh di tikungan 12. Pebalap asal Spanyol itu gagal melanjutkan balapan. Gelar juara MotoGP Amerika pun menjadi milik Alex Rins, setelah memenangi duel dengan Rossi yang finis kedua.

"Saat balapan saya melaju dengan sangat bagus. Saya memacu di awal hingga mencapai 2 menit 04 detik. Tetapi, kemudian saya sudah menciptakan gap, kemudian menurunkan kecepatan, karena saya sudah menemukan irama yang tepat dan nyaman," kata Marquez, seperti dilansir Motorsport.

"Kadang hal seperti ini terjadi saat balapan. Mengecewakan, dan sulit dipahami. Tapi, memang seperti ini. Sekarang kami perlu fokus pada balapan berikutnya di Jerez dan memahami apa yang terjadi," imbuhnya.

Marquez kini di urutan keempat klasemen.  "Saya hanya tertinggal sembilan poin dari peringkat pertama, yaitu (Andrea) Dovizioso. Saya senang karena berada dalam pacuan juara dunia," ujarnya.

"Saya tidak tahu. Tentu saja kejadian ini adalah kesalahan karena seharusnya Anda tak terjatuh ketika unggul 3,5 detik. Ini kesalahan," imbuh dia.

Menurut Marquez berdasar data, saat terjatuh kondisinya sama dengan pada lap sebelumnya. "Tapi, ketika Anda membalap dengan kecepatan konstan, ketika Anda merasa kuat, itu bisa terjadi," ujar Marquez.

Kini klasemen MotoGP 2019 dipimpin Andrea Dovizioso, meski hanya finis keempat di Amerika.

Kubu Ducati percaya diri bisa bersaing dan merebut juara. Hal itu disampaikan Direktur Olahraga Ducati, Paolo Ciabatti.

“Kami di sini untuk memenangkan Kejuaraan Dunia MotoGP, dan kami akan melakukan semua yang kami bisa dengan itu, mengetahui itu adalah tantangan besar. Pasalnya, Honda adalah perancang sepeda motor terbesar di dunia dan Marc Marquez mungkin adalah talenta terbesar dalam balap motor modern. Ini adalah tujuan ambisius," ujar Ciabatti dikutip Speedweek, Senin (15/4/2019).

"Kami telah menjadi pabrikan yang hebat di Kejuaraan Dunia MotoGP dan di atas semua pembalap yang dianggap sebagai referensi. Dovizioso telah memenangkan 11 balapan sejak mentas di Sepang 2016. Lihat sendiri, siapa lagi yang mampu menang dalam dua tahun ini. Saya pikir itu bisa Anda jawab sendiri," pungkasnya.*

Show comments
Hide comments

Post a Comment

Newsletter