August 10, 2019

Liga Inggris 2019 Terapkan 10 Aturan Baru

Logo Premier League 2019-2020


Premier League 2019-2020 yang mulai bergulir 9 Agustus 2019 menerapkan 10 aturan baru, termasuk penggunaan teknologi VAR dan pergantian pemain.

Dilansir laman resmi Liga Primer, 10 aturan ini bertujuan menegakkan fair play, termasuk mengikis "budaya" mengulur waktu bagi para pemain. Wasit juga bisa terkena kartu merah akibat ulah stafnya di pinggir lapangan.

10 Aturan Baru Liga Inggris

1. Pakai Teknologi VAR

Liga Inggris memutuskan memakai teknologi Video Assistant Referee (VAR). Sebanyak 380 laga bakal menggunakan VAR yang diawasi dari VAR Hub di Stockley Park, London Barat.

Empat situasi wasit boleh meminta VAR yakni ketika terjadi gol, mengambil keputusan penalti, pemberian kartu merah, dan kesalahan menilai (identifikasi) pemain.

2. Kartu Kuning dan Merah untuk Pelatih

Wasit boleh saja memberikan hukuman kepada para pelatih tim apabila dinilai melanggar. Jika hukuman dari wasit tidak dapat diidentifikasi kepada pelaku tertentu, maka pelatih senior atau pelatih kepala yang akan menerima hukuman tersebut.

3. Pergantian Pemain

Dalam aturan baru Liga Inggris musim 2019-2020, pemain yang akan digantikan harus keluar dari garis terdekat di lapangan. Kebijakan ini untuk mengurangi potensi mengulur-ulur waktu saat terjadi pergantian pemain.

Wasit dapat meminta pemain pergi di garis tengah atau titik berbeda jika dianggap mengganggu keselamatan, keamanan, atau cedera.

4. Memilih Kick-off

Kapten tim memiliki opsi tambahan ketika memenangi lemparan koin sebelum pertandingan bergulir. Dalam aturan baru Liga Inggris musim ini, pemain tidak hanya dapat memilih sisi lapangan, tapi juga pilihan mengambil kick-off.

5. Libur Paruh Musim

Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) yang merupakan operator Liga Premier Inggris dan EFL Championship (kasta kedua), sepakat memberikan libur bagi pemain di tengah musim. Setiap klub mendapat jatah istirahat selama dua pekan pada Februari 2020.

Langkah itu akan memberi keuntungan bagi tim yang bermain di Liga Champions dan Liga Eropa. Sebelumnya, Premier League tak mengenal libur paruh musim, bahkan tetap berkompetisi saat libur natal dan tahun baru.

6. Tambahan Rekor Head to Head

Premier League akan menambah aturan head to head untuk menentukan tim juara atau yang lolos dari zona degradasi.

Sebelumnya, operator hanya menerapkan aturan selisih gol, jumlah gol, dan playoff bila ada lebih dari satu tim yang mengumpulkan poin sama di akhir musim.

Dengan demikian, penentuan klasemen Liga Inggris musim ini ialah selisih gol, jumlah gol, head-to-head (agregat gol tandang), dan play-off.

7. Drop Ball

Drop ball adalah istilah ketika wasit menaruh bola setelah menghentikan permainan. Dalam aturan baru bola yang ditaruh wasit akan diberikan ke pemain yang terakhir menyentuh bola.

Semua pemain, kecuali yang akan mendapat bola, harus berdiri setidaknya sejauh empat meter dari bola yang akan dijatuhkan oleh wasit. Jika permainan dihentikan di area kotak penalti, bola akan dijatuhkan ke kiper.

8. Aturan Penalti

Dalam aturan baru penalti, kiper harus menempatkan satu kakinya di garis gawang. Begitu juga ketika melompat harus sejalan dengan garis gawang.

Kiper tidak diperbolehkan berdiri di belakang garis. Selain itu, pemain yang mengalami cedera saat ingin mengeksekusi penalti mendapat kesempatan untuk perawatan.

9. Pagar Betis Tendangan Bebas

Pemain lawan tidak boleh mengganggu atau memasuki pagar betis yang dibangun oleh tim lainnya. Selain itu, pemain lawan juga harus menjaga jarak sejauh satu meter dari pagar betis. Hal ini akan memudahkan kiper. Jika melanggar aturan baru Liga Inggris ini, wasit akan memberikan tendangan bebas tidak langsung.

10. Sentuhan Tangan (handball)

Wasit akan menganulir gol yang tercipta lewat sentuhan tangan (handball). Dalam kondisi apapun, sengaja atau tidak sengaja, gol tersebut dianggap tidak sah.

Di sisi lain, handball tidak berlaku bila bola telah memantul atau mengenai tubuh siapa pun sebelum mengenai tangan.*

Logo Premier League 2019-2020

Show comments
Hide comments

No comments:

Post a Comment