Mau Bikin Bangkrut Klub Sepakbola? Gampang! PSSI Siap Kuras Duit Tim Anda Tiap Habis Tanding

Mau Bikin Bangkrut Klub Sepakbola? Gampang! PSSI Siap Kuras Duit Tim Tiap Habis Tanding

Membuat bangkrut sebuah tim sepakbola Indonesia sangat gampang. Suporter bisa membuat kerusuhan, menyalakan flare, smoke bomb, lembar botol atau benda apa saja ke lapangan, dan pelangaran lainnya.

Komdis PSSI dengan senang hati menjatuhkan denda puluhan hingga ratusan juta rupiah setiap pertandingan selesai.

Tim Anda akan bangkrut jika tiap selesai tanding didenda Komdis PSSI. PSSI pun makin berlimpah rupiah hasil denda kepada klub.

Aneh bin ajaib. Flare dan smoke bomb selalu lolos masuk tribun penonton atau stadion. Lebih aneh lagi oknum suporter yang bikin ulah. Suporter lain layak curiga, jangan-jangan suporter yang suka melanggar aturan itu adalah suporter klub lain yang ingin membuat bangkrut sebuah tim!

Simak saja rilis terbaru PSSI tentang denda kepada klub Liga 1 2019 berikut ini.

Dirilis laman resmi PSSI, hasil sidang Komisi Disiplin, Jumat (30/8/2019), menghasilkan 9 putusan sidang. Satu di antaranya untuk Persib Bandung yakni sanksi berupa denda sebesar Rp 100 juta!

Sanksi dijatuhkan akibat Bobotoh menyalakan flare dan smoke bomb pada pertandingan pekan ke-16 saat dijamu Perseru Badak Lampung FC.

Selain Persib, Persebaya juga dijatuhi sanksi serupa. Namun kali nilainya lebih besar karena pelanggaran yang dilakuakn suporter Persebaya adalah pengulangan pelanggaran sebelumnya. Persebaya pun didenda sebanyak Rp300 juta.

PSS Sleman juga kenda denda. Akibat suporter menyalakan smoke bomb, PSS disanksi denda Rp50 juta.

Jika dirata-rata, tiap pekan PSSI "meraih laba" hasil denda sekitar Rp100-500 juta. Itu uang klub yang mestinya buat bayar gaji pemain, pelatih, official, dan karyawan, juga untuk biaya pertandingan.

Jika sebuah klub terus-menerus dindenda, akibat ulah suporternya, maka klub akan kesulitan keuangan, bangkrut, atau degradasi karena hanya mampu merekrut "pemain murah" dengan kemampuan bermain yang rendah.

Sponsor pun akan berpikir ulang karena uangnya banyak "disetorkan" kepada PSSI.

Berikut hasil sidang Komdis PSSI selengkapnya seperti dilansir laman resmi PSSI.

1. PSS Sleman

- Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
- Pertandingan: Tira Persikabo vs PSS Sleman
- Tanggal kejadian: 19 Agustus 2019
- Jenis pelanggaran: Penyalaan smoke bomb
- Hukuman: Denda Rp. 50.000.000

2. Pemain Madura United FC, Sdr. Jaimerson Da Silva Xavier

- Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
- Pertandingan: Madura United FC vs Bali United
- Tanggal kejadian: 20 Agustus 2019
- Jenis pelanggaran: Tindakan tidak sportif dan tidak fair play sebagai sanksi tambahan
- Hukuman: Larangan bermain sebanyak 1 (satu) pertandingan

3. Persebaya Surabaya

- Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
- Pertandingan: Perseru Badak Lampung FC vs Persebaya Surabaya
- Tanggal kejadian: 20 Agustus 2019
- Jenis pelanggaran: Penyalaan flare (pengulangan)
- Hukuman: Denda Rp. 75.000.000

4. Persebaya Surabaya

- Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
- Pertandingan: Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta
- Tanggal kejadian: 24 Agustus 2019
- Jenis pelanggaran: Pelemparan botol ke dalam lapangan, penyalaan flare dan smoke bomb serta membakar scoring board
- Hukuman: Denda Rp. 300.000.000 (pengulangan)

5. Persib Bandung

- Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
- Pertandingan: Perseru Badak Lampung FC vs Persib Bandung
- Tanggal kejadian: 25 Agustus 2019
- Jenis pelanggaran: Penyalaan smoke bomb serta flare
- Hukuman: Denda Rp. 100.000.000

6. Panitia Pelaksana Pertandingan, Perseru Badak Lampung FC

- Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
- Pertandingan: Perseru Badak Lampung FC vs Persib Bandung
- Tanggal kejadian: 25 Agustus 2019
- Jenis pelanggaran: penonton masuk ke area sentel ban sehingga gagal memberikan rasa aman dan nyaman terhadap perangkat pertandingan dan pemain.
- Hukuman: Teguran keras

7. Pemain Mitra Kukar FC, Sdr. Gerri Martin

- Nama kompetisi: Liga 2 2019
- Pertandingan: Mitra Kukar FC vs Madura FC
- Tanggal kejadian: 19 Agustus 2019
- Jenis pelanggaran: Tindakan tidak sportif dan tidak fair play sebagai sanksi tambahan
- Hukuman: Larangan bermain sebanyak 1 (satu) pertandingan

8. Sriwijaya FC

- Nama kompetisi: Liga 2 2019
- Pertandingan: Perserang Serang vs Sriwijaya FC
- Tanggal kejadian: 21 Agustus 2019
- Jenis pelanggaran: Melanggar fair play
- Hukuman: Denda Rp. 25.000.000

9. Pemain Bali United U-20, Sdr. Griya Andrean Akbar

- Nama kompetisi: Liga U-20 2019
- Pertandingan: Bali United U-20 vs Persebaya Surabaya U-20
- Tanggal kejadian: 15 Agustus 2019
- Jenis pelanggaran: Tindakan tidak sportif dan tidak fair play sebagai sanksi tambahan
- Hukuman: Larangan bermain sebanyak 1 (satu) pertandingan

Jadi, wahai suporter bola, KZL? Kapan Zadarnya Loh...???

Subscribe via Email

0 comment