Alasan Persib Beda Gaya Bermain di Liga dan Asia

Gaya bermain Persib Bandung dinilai berbeda antara di Liga Indonesia Super League dan di level Asia AFC Championship League (ACL) Two. 


Alasan Persib Beda Gaya Bermain di Liga dan Asia

Permainan Persib dinilai lebih bagus di kompetisi Asia ketimbang di liga domestik. Ada dugaan, perbedaan gaya permainan ini karena Persib fokus ke kompetisi Asia ketimbang Super League.

Menanggapi hal itu, kapten tim Persib Marc Klok memberikan tanggapannya dalam sebuah podcast Simamaung Sport.

Dijelaskan, perbedaan gaya permainan Persib Bandung antara kompetisi domestik (Liga) dan kancah Asia (AFC Champions League Two) terletak pada pendekatan taktik, formasi, serta karakter lawan yang dihadapi.

Perbedaan Utama Taktik dan Formasi

Formasi & Skema Bermain:

Di kancah Asia (seperti ACL Two), Persib kerap menggunakan pendekatan yang lebih rapat dengan skema 3-4-3 saat menyerang dan bertransformasi menjadi 5-4-1 ketika bertahan.

Di kompetisi domestik (Liga Super), Maung Bandung cenderung tampil dengan pakem empat pemain di lini belakang (4-3-3 atau variasinya).

Karakter Pertandingan:

Di Asia: Pertandingan cenderung lebih taktikal, di mana tim harus disiplin menjaga struktur pertahanan, memanfaatkan transisi cepat, dan menghadapi lawan dengan kualitas organisasi serta tempo yang rapi.

Di Liga: Permainan di kompetisi lokal sering kali lebih mengandalkan adu fisik, duel-duel keras, dan intensitas lari/sprint yang tinggi dari tim lawan.

Penjelasan dari Pemain & Pelatih

Kapten Persib, Marc Klok, memberikan tanggapan bahwa perbedaan performa atau kesan gaya bermain ini bukan semata-mata soal perbedaan kualitas individu pemain, melainkan penyesuaian strategi dan situasi di atas lapangan.

Pelatih Persib juga menyoroti pentingnya rotasi serta kedalaman skuad untuk menjaga keseimbangan ritme saat harus membagi fokus antara jadwal padat di liga domestik dan laga internasional.

Lebih baru Lebih lama