Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) merilis klub sepakbola Indonesia yang meunggak gaji kepada para pemainya. Ada Persija dan PSM Makassar.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh APPI per 6 November 2026, sebanyak 24 klub sepak bola nasional dari berbagai kasta kompetisi masih memiliki tunggakan kewajiban/gaji terhadap 298 pemain.
"Menjelang bergulirnya kompetisi Liga Nusantara 2026/2027 (Liga 3) pada 13 November 2026, Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) menyoroti masih belum terpenuhinya hak-hak sejumlah pemain oleh klub peserta kompetisi," demikian rilis APPI.
Total nilai tunggakan tersebut sangat fantastis, yakni mencapai sekitar Rp14,6 miliar ditambah USD 61.269.
"Berdasarkan data dan laporan yang dihimpun APPI hingga tanggal rilis ini, tercatat 7 (tujuh) klub masih memiliki tunggakan terhadap 114 (seratus empat belas) pemain, dengan total nilai mencapai hampir Rp5.000.000.000,- (lima miliar rupiah)."
Daftar Klub Penunggal Gaji Pemain
Berikut adalah daftar rincian klub yang dirilis berdasarkan kasta kompetisinya:1. Super League (Liga 1)
Melibatkan 5 pemain dengan total nilai sekitar Rp1,1 miliar.- PSM Makassar
- Persija Jakarta
Pihak manajemen Persija langsung memberikan klarifikasi bahwa kewajiban tersebut telah diselesaikan pada hari yang sama dan meluruskan bahwa itu bukan tunggakan gaji, melainkan bonus penampilan.
2. Championship (Liga 2)
Melibatkan 51 pemain dengan total nilai sekitar Rp3,9 miliar.
- Persiku Kudus
- PSBS Biak
- PSIS Semarang
- PSMS Medan
Melibatkan 114 pemain dengan total nilai sekitar Rp4,4 miliar.
- Persikabo Bogor
- Persikota Tangerang
- Persinab Nabire
- Persipa Pati
- Sriwijaya FC
- Persitara Jakarta Utara
- Persekat Tegal
Kasta ini mencatatkan jumlah klub terbanyak yang belum menyelesaikan kewajiban finansialnya.
- Bantul United
- Depok Raya FC
- Pakuan City
- Persewar Waropen
- Persikab Bandung
- Persikabo 1973
- Persiwa Wamena
- PS Siak
- PSGJ Cirebon
- PSM Madiun
APPI menekankan bahwa tata kelola kompetisi yang profesional dan bertanggung jawab harus diwujudkan melalui mekanisme verifikasi, pengawasan, serta persyaratan keikutsertaan klub yang secara tegas mempertimbangkan rekam jejak pemenuhan hak pemain.
"APPI kembali mengingatkan seluruh pemain untuk tetap menjaga profesionalitas dan memperkuat solidaritas. APPI siap memberikan pendampingan dan memperjuangkan pemenuhan hak-hak pemain sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Jangan menganggap tunggakan sebagai hal yang wajar atau konsekuensi yang harus diterima dalam menjalani profesi sebagai pesepakbola. Hak pemain harus dihormati dan dipenuhi."
